Oleh: Haris Istanto | 27 Maret 2012

MASJID AMPEL

Masjid Ampel adalah masjid yang dibangun oleh Sunan Ampel yang nama aslinya adalah Raden Ahmad Rahmatullah yang merupakan sesepuh dari Wali Songo. Masjid yang berlokasi dikelurahan Ampel, kecamatan Semampir, kota Surabaya ini diperkirakan dibangun pada tahun 1421, juga merupakan lokasi tempat pemakaman Sunan Ampel yang wafat pada tahun 1481 dan para kerabat serta santri-santrinya.

Masjid yang saat ini menjadi salah satu obyek wisata religi di kota Surabaya ini, dikelilingi oleh bangunan berarsitektur Arab dan Tiongkokdisekitranya. Disamping kiri halaman masjid, terdapat sebuah sumur yang diyakini merupakan sumur yang bertuah, biasanya digunakan oleh mereka yang meyakininya untuk penguat janji atau sumpah. Masjid dan makam Sunan Ampel yang selama 24 jam selalu ramai dipadati oleh pengunjung ini, terutama setiap menjelang dan selama bulan ramadhan konon kabarnya dahulu adalah tempat berkumpulnya para ulama dan Wali Allah dari berbagai daerah di tanah Jawa. Ditempat ini pula, para ulama membicarakan ajaran Islam sesuai petunjuk Allah. Sekaligus membahas metode penyebarannya di Pulau Jawa.

Dikawasan masjid ini terdapat lima Gapuro (Pintu Gerbang) yang merupakan simbol dari Rukun Islam yaitu, Gapuro Munggah, Gapuro Poso, Gapuro Madep dan Gapuro Paneksen.
Selain itu juga terdapat sembilan gapura, yang melambangkan wali songo atau sembilan wali. Tiga gapura merupakan bangunan asli peninggalan Sunan Ampel.


Responses

  1. Reblogged this on Ansar As-Sunnah and commented:
    allhumma sholli ala muhammad wa aali muhammad


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: