Oleh: Haris Istanto | 14 Februari 2012

PERJUANGAN UNTUK MELAKUKAN DONOR DARAH

Sesuai jadwal maka pertengahan bulan Februari ini adalah waktunya untuk melakukan donor darah. Bagi mereka yang kondisi kesehatannya normal, untuk melaksanakan donor darah mungkin tidak memerlukan persiapan khusus artinya asal tidak sedang dalam kondisi sakit maka bisa melakukan donor darah. Akan tetapi bagi mereka yang ada gejala diabetis perlu dichek terlebih dahulu kadar gula darahnya, karena apabila kadar gula darah diatas 100 tidak boleh melakukan donor darah. Untuk menurunkan kadar gula darah tidak boleh dilakukan dengan minum obat karena sesuai dengan peraturan satu minggu sebelum melakukan donor darah tidak diperkenankan minum obat, sehingga yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar gula darah adalah dengan diet (kalau saya melakukan puasa sunah).

Karena saya termasuk gejala diabetis, maka sudah beberapa tahun ini saya melakukan pemantauan kadar gula darah secara rutin dua kali setiap minggu. Dengan melakukan pemantauan secara rutin ini maka saya dapat dengan mudah mengendalikan pola makan dan aktifitas olah raga secara seimbang sehingga kadar gula darah saya selama ini dalam kondisi aman terkendali.
Sehubungan dengan jadwal donor darah tersebut saya optimis tidak terlalu sulit untuk mempersiapkannya karena dua minggu pertama bulan Januari ini kadar gula darah puasa saya dibawah 100, kemudian pada tanggal 24 Januari kadar gula darah meningkat menjadi 123 kemudian turun lagi pada tanggal 27 Januari menjadi 101 dan pada 1 Februari 104.

Hari itu Minggu 5 Februari saya mulai melakukan puasa (dengan hanya makan satu biji lontong untuk makan sahur dan berbuka puasa) dan pada siang harinya sekitar pukul 13.00 saya lakukan pengecekan kadar gula darah yang hasilnya adalah 109. Saya berfikir seandainya dapat menurunkan kadar gula darah 10 saja menjadi 99 maka saya dapat melakukan donor pada hari itu, oleh karena itu saya memutuskan untuk melakukan latihan pisik pada siang hari itu dengan bersepeda. Lengkap dengan celana training dan jaket parasit, pada siang itu saya mengayuh sepeda selama satu setengah jam dibawah sinar matahari yang rasanya cukup menyengat, padahal biasanya kalau olah raga pagi hanya satu jam saja. Sesudah cooling down kemudian mandi dan solat asar, saya akan melakukan pengecekan ulang kadar gula darah dan berharap agar dapat turun dibawah 100.
Pada pukul 16.00 saya lakukan pengecekan ulang kadar gula darah, namun sungguh diluar dugaan bahwa kadar gula darah saya bukannya turun akan tetapi bahkan meningkat menjadi 114 (aduuh udah dibelain latihan pisik dalam keadaan puasa hasilnya kaya gini).
Hari Senin saya tetap melakukan puasa dan siangnya saya lakukan pengecekan kadar gula darah yang hasilnya adalah 99, sehingga saya siap-siap berangkat ke PMI untuk melakukan donor darah. Namun sore itu mendung gelap sekali dan mulai turun hujan pada waktu solat asar sehingga istri menyarankan agar jangan pergi sore itu karena takut banyak lokasi banjir sehingga macet dijalan; saya nurut saja sehingga tidak jadi berangkat donor sore itu.
Hari Selasa saya tetap puasa dan siangnya saya lakukan pengecekan kadar gula darah yang hasilnya adalah 108 sehingga tidak bisa melakkan donor darah. Hari Rabu saya tetap puasa dan hasil pengecekan kadar gula darah adalah 110, sedangkan hari Kamis 117.

Saya yang pada awalnya optimis bahwa persiapan melakukan donor darah tidak akan terlalu sulit mulai agak frustasi, oleh karena itu saya berfikir bagaimana caranya agar puasa besok betul-betul dapat menurunkan kadar gula darah dengan efektif. Akhirnya  saya putuskan bahwa malam itu saya hanya makan sahur satu buah apel dan minum pakai sweetener zero kalori (saya sudah lama tidak pernah minum pakai gula). Hasil upaya ini ternyata benar-benar efektif karena pada siang harinya ketika saya lakukan pengecekan kadar gula darah hasilnya adalah 85 sehingga saya siap-siap berangkat ke PMI untuk melakukan donor darah. Saya kegarasi untuk mengeluarkan mobil, namun entah kenapa ternyata aki mobil drop dan tidak kuat starter (sialan rupanya mobil ini ikut-ikutan ngerjain gua juga ya). Istri saya bilang “Sudahlah besok-besok saya!”, dalam hati saya “Bisa begini ini karena puasa dan makan sahurnya hanya dengan satu buah apel saja kok disuruh donor besok, jadi besok juga disuruh puasa kaya begini lagi?”, lagian suda hampir satu minggu nii makan sahur dan buka puasa hanya dengan satu biji lontong tau. Nggak! pokoknya harus donor hari ini. Saya bersiap-siap mengeluarkan sepeda motor, sementara itu diluar gerimis mulai turun, ada lagi yang nyobain nii rupanya, nggak! pokoknya harus donor hari ini apapun yang terjadi.
Akhirnya saya berangkat juga naik sepeda motor, baru kira-kira tiga kilometer dari rumah ternyata cuaca terang dan gerimis hilang, rupana hujan tidak merata alhamdulillah cobaan sudah berlalu sehingga dapat sampai dengan selamat di PMI dan dapat melakukan donor dengan lancar.

Pulang dari PMI mampir dulu ketoko alat kesehatan untuk beli glucose test strip yang hampir habis, dan juga nyempatkan mampir kewarung sop buntut, beli buat buka puasa nanti (balas dendam nii yee, hampir satu minggu nggak ngrasain enaknya nasi bro!).
Hari Senin adalah waktunya untuk kontrol dan pagi itu hasil pengecekan gula darah saya adalah 131, persis seperti yang telah saya duga yaitu akan terjadi peningkatan akibat kemaruk (bahasa Jawa, artinya lagi doyan makan) karena habis diet ketat hampir satu minggu, yaah siap-siap  besok mulai puasa lagi dengan sahur dan buka makan satu biji lontong untuk menurunkan kadar gula darah bro!!.


Responses

  1. makasih udah share ceritanya ya…salam kenal slalu

  2. makasih udah share ceritanya ya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: