Oleh: Haris Istanto | 29 Desember 2011

LAMPU LED

Sejak diketemukannya lampu listrik oleh Thomas Alva Edison pada tahun 1879, maka penggunaan lampu listrik tidak dapat dipisahkan lagi bagi umat manusia didunia ini. Tidak dapat dibayangkan apa jadinya dunia ini tanpa penerangan lampu listrik tersebut. Sementara itu sejak diketemukannya lampu listrik, teknologi pembuatan lampu juga terus berkembang sehingga usia pakai lampu listrik semakin lama dan efisiensi penggunaan daya listriknya makin meningkat, sehingga pada lampu lampu moderen dengan pemakaian daya listrik yang kecil sudah didapatkan pencahayaan yang cukup terang.


Lampu listrik yang pertama kali dikenal adalah jenis Incandescent, pada bola lampu ini terdapat kawat yang akan perpijar apabila diberi aliran listrik sehingga dapat mengeluarkan cahaya yang dapat menerangi ruangan dimana lampu tersebut berada.

Selanjutnya adalah lampu listrik jenis Fluorescent, atau yang dikenal dengan lampu neon atau lampu TL (tubular lamp). Lampu fluorescent adalah lampu yang prinsip kerjanya dalam mengubah energi listrik menjadi cahaya berdasarkan pada berpendarnya radiasi ultra violet pada permukaan yang dilapisi dengan serbuk fluorescent misalnya jenis phospor. Radiasi ultra violet akan terjadi bilamana elektron–elektron bebas hasil dari emisi elektron pada elektroda bertumbukan dengan atom–atom gas yang terdapat dalam tabung pelepas muatan. Dalam pelaksanaannya penggunaan lampu fluorescent memerlukan peralatan tambahan berupa starter dan ballast, sehingga harga lampu ini lebih mahal dari lampu jenis incadescent. Dibandingkan dengan lampu jenis incandescent maka lampu fluorescent jauh lebih efisien sehingga denga daya listrik yang kecil lampu jenis ini sudah cukup terang.
Meskipun haganya lebih mahal akan tetapi secara umum masih terjangkau oleh masyarakat sehingga pada saat ini penggunaan lampu jenis ini sangat populer, apalagi saat ini sudah ada lampu fluorescent hemat enersi sehingga dengan daya 18 watt mempunyai kekuatan pencahayaan yang setara dengan lampu TL biasa 40 watt.

Dengan semakin majunya teknologi, pada saat ini telah ditemukan lampu yang lebih efisien lagi sehinga dengan daya listrik yang lebih kecil lampu ini sudah dapat menghasilkan cahaya yang lebih terang, lampu ini adalah lampu LED (light emiting diode). Namun sayang lampu ini harganya masih cukup mahal, karena lampu LED 7 watt yang setara dengan lampu fluorescent hemat enersi 18 watt harganya hampir mencapai 8 kali harga lampu fluorescent hemat enersi. Meskipun demikian untuk pemakaian sekala besar misalnya untuk penerangan jalan atau instalasi pabrik, pemakaian lampu LED ini patut dipertimbangkan karena dengan daya listrik sebesar 50-75 watt sudah setara dengan lampu merkuri 250 watt.

Referensi :
1. www.prasuke.blogspot.com/
2. www.arul.web.id/
3. www.tergaptek.com/


Responses

  1. sabar gan tidak lama lagi pasti banyak bermunculan produsen2 lampu LED rumahan jadi harganya pasti turun,lihat aja contohnya di senter2 LED yang harganya murah meriah tetapi sinarnya terang🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: