Oleh: Haris Istanto | 9 Maret 2011

STRATEGI MENDAPATKAN TICKET PESAWAT MURAH

Dulu harga resmi ticket pesawat untuk suatu penerbangan adalah fix price, artinya harga ticket pesawat untuk penerbangan route tertentu misalnya Jakarta Surabaya adalah Rp 100.000,- Harga tersebut berlaku kapanpun kita melakukan reservasi, apakah satu minggu sebelum keberangkatan atau dua minggu sebelum keberangkatan atau bahkan satu hari sebelum keberangkatan.
Namun pada saat ini sistim tersebut sudah tidak digunakan lagi oleh kebanyakan Airline. Saat ini harga ticket untuk suatu route penerbangan berfariasi tergantung kapan kita melakukan reservasi. Apabila reservasi dilakukan jauh-jauh hari sebelum waktu keberangkatan maka harga ticket akan lebih murah dibandingkan dengan harga ticket apabila reservasi dilakukan ketika sudah dekat dengan waktu keberangkatan, misalnya reservasi untuk keberangkatan besok pagi atau nanti malam, apalagi kalau demand untuk route tersebut tinggi.

Mengapa bisa terjadi demikian? Hal ini disebabkan karena pricing system yang digunakan oleh Airline mengatur harga ticket menjadi beberapa tingkatan mulai tingkat termurah sampai tingat termahal. Ada Airline mengatur harga ticket menjadi 3 tingkatan, 7 tingkatan, 11 tingkatan, 15 tingkatan bahkan 16 tingkatan, dan tiap tingkatan disebutkan jumlah seat yang disediakan yaitu antara 4 seat sampai 7 seat. Pengaturan seperti itu dilakukan dengan program komputer yang dapat diakses melalui internet oleh Travel agent, bahkan bisa juga diakses langsung oleh customer.

Dengan demikian apabila seorang customer melakukan reservasi ticket pada suatu Airline untuk penerbangan tertentu, misalnya Jakarta Surabaya pada tanggal D jam H, dan dia adalah customer pertama yang booking untuk penerbangan tersebut, maka customer tersebut memperoleh ticket pesawat murah untuk penerbangan tersebut. Seandainya pricing system yang diterapkan oleh Airline tersebut menyediakan 4 seat untuk setiap tingkatan, maka apabila customer tersebut melakukan booking sampai dengan 4 seat maka semua harga ticket tersebut adalah sama yaitu ticket pesawat murah. Akan tetapi oleh karena customer tersebut booking untuk 6 seat, maka yang 4 seat mendapatkan ticket pesawat murah sedangkan yang 2 seat harganya satu tingkat lebih mahal. Customer berikutnya yang melakukan reservasi, mempunyai peluang mendapatkan 2 seat dengan harga ditingkat kedua, namun karena customer tersebut booking untuk 4 seat, maka dua seat berikutnya mungkin sudah beda tingkat harganya.

Airline yang menerapkan harga ticket menjadi 3 tingkatan, maka tingkat terendah yang merupakan ticket pesawat murah biasanya disebut harga promo kemudian harga diatasnya disebut harga ekonomi dan harga tertinggi disebut harga bisnis. Jumlah seat yang tersedia untuk harga promo hanya beberapa seat saja selanjutnya apabila seat promo telah habis harga ticket meningkat menjadi harga ekonomi, dimana sebagian besar seat dijual dengan harga ini dan selanjutnya sebagian seat dijual dengan harga bisnis dengan jumlah seat yang terbatas.
Begitu juga Airline yang menerapkan harga ticket menjadi tingkatan yang lebih banyak, maka pada tingkatan harga yang paling murah ketersediaan seat sangat terbatas; selanjutnya makin meningkat harga ticket maka ketersediaan seat menjadi semakin banyak; dan ketersediaan seat kembali berkurang pada tingkat harga yang semakin tinggi.

Berdasarkan pricing system seperti tesebut diatas, maka apabila seseorang melakukan reservasi ticket harus disadari bahwa pada waktu yang bersamaan mungkin ada puluhan orang atau lebih yang saat itu sedang melakukan reservasi pada Airline tersebut untuk tujuan dan jam keberangkatan yang sama. Apabila pada waktu itu kebetulan mendapatkan harga ticket pesawat murah (harga promo) namun karena tidak segera dilakukan closing, maka beberapa saat kemudian ketika dilakukan closing kemungkinan harga sudah berubah menjadi lebih mahal karena sudah didahului orang lain.
Oleh karena itu para Travel agent biasanya menanyakan waktu, tujuan dan nama customer terlebih dahulu untuk selanjutnya langsung closing (dibooking) sehingga harga menjadi fix untuk sementara waktu  (yaitu selama kurun waktu “time limit”). Apabila sudah closing atau proses boking sukses maka akan didapat ”kode booking” dan ”time limit”, yang diperlukan untuk melakukan pembayaran harga ticket tersebut kepada Airline. Time limit adalah waktu yang diberikan oleh Airline kepada customer atau Travel agent untuk melakukan pembayaran harga ticket tersebut baik dengan tranfer melalui internet banking maupun melalui ATM. Time limit yang diberikan oleh tiap Airline tidak sama, ada yang hanya 45 menit ada pula yang sampai 2 jam. Apabila pada kurun waktu tersebut dilakukan pembayaran maka Airline akan mengirim e-ticket kepada customer/Travel agent, namun apabila tidak dilakukan pembayaran maka reservasi yang telah dilakukan secara otomatis akan terhapus dari komputer Airline yang bersangkutan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: