Oleh: Haris Istanto | 31 Januari 2011

GELOMBANG REFORMASI DITIMUR-TENGAH

Saat ini keadaan di Tunisia telah kembali menjadi tenang setelah dua pekan unjuk rasa yang melibatkan mayoritas warga negaranya mampu mengusir Presiden Zine El Abidine Ben Ali setelah selama 23 tahun berkuasa secara otoriter dan korup. Ben Ali berkuasa setelah melakukan kudeta tidak berdarah pada tahun 1987.

Dari data yang ada pada Wikipedia, Tunisia mempunyai luas wilayah 163,610 km2 dengan perkiraan jumlah penduduk (tahun 2005) sebanyak 10.074.951 orang, perkiraan Total PDB tahun 2005 sebesar US$ 77,37 miliar dan income per kapita sebesar US$ 7.732.
Kerusuhan di Tunisia dipicu oleh tingginya harga pangan dan meningkatkan angka pengangguran. Kemarahan rakyat tersulut saat seorang tukang sayur membakar dirinya sendiri di depan kantor gubernur setelah dagangannya di acak-acak petugas.

Presiden Ben Ali yang diduga korup jadi sasaran amuk massa yang menuntutnya untuk mundur. Tidak tahan tekanan, Ben Ali kabur ke Arab Saudi, diikuti oleh sebagian besar keluarganya yang juga kabur ke beberapa negara. Mantan Presiden Tunisia Ben Ali melarikan diri ke Arab Saudi pada tanggal 14 Januari 2011, dan 33 anggota keluarga besarnya telah ditangkap di Tunisia.

Pemerintah Peralihan Tunisia dibawah pimpinan Perdana Menteri Mohammed Ghannouchi menyatakan bahwa jumlah kematian mencapai 78 orang, sementara PBB mengatakan sekurangnya 100 orang tewas. Saat ini, pemerintahan Ghannouchi tengah sibuk merancang pemilihan bebas pertama di Tunisia sejak kemerdekaannya dari Prancis pada 1956.

Berbeda dengan Tunisia keadaan di Mesir saat ini justru sedang memanas, sejak dimulainya demonstrasi hari Selasa tanggal 25 Januari 2011.
Isi tuntutan demonstran antara lain mendesak Presiden Hosni Mubarak mengakhiri kekuasaannya yang telah berlangsung selama 30 tahun, menuntut mundur Perdana Menteri Ahmed Nazif, serta menuntut pembubaran parlemen dan pembentukan pemerintahan bersatu.
Mereka juga mempersoalkan kemiskinan, pengangguran, dan korupsi yang merajalela di Mesir.

Sesuai dengan data yang terdapat pada Wikipedia, Mesir mempunyai total luas wlayah 997,739 km2, jumlah penduduk sesuai hasil sensus tahun 2004 adalah sebanyak 76.117.420 orang, dan perkiraan total PDB tahun 2005 sebesar US $282,3 miliar dengan income per kapita sebesar US $1.350.

Di tengah memanasnya suhu politik di Mesir, sebuah situs berbahasa Arab yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan bahwa putra Presiden Mubarak, yang dianggap sebagai penerus, telah terbang ke Inggris bersama keluarganya. Menurut situs Akhbar al-Arab, pesawat terbang yang membawa Gamal Mubarak serta istri dan putrinya terbang ke London pada Selasa lalu dari sebuah bandara di barat Kairo.
Sementara itu langkah penyelamatan dilakukan oleh Presiden Hosni Mubarak pada hari Sabtu 29 Januari 2011 dengan mengangkat Ketua BIN Mesir Jendral Omar Sulaiman sebagai Wakil Presiden serta membubarkan kabinet Dr. Ahmed Nazif dan mengangkat Ahmed Shafiq, mantan KASAU Mesir dari tahun 1996-2002 untuk membetuk pemerintahan baru.

Gelombang reformasi yang dimulai dari Tunisia, dan berhasil menumbangkan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali pada bulan Januari ini, saat ini telah sampai di-Mesir yang saat ini masih bergolak dan makin memanas, kemudian menyeberang ke-Yaman yang mulai bergetar. Puluhan ribu warga Yaman menggelar unjuk rasa di ibu kota Sana menuntut Presiden Ali Abdullah Saleh, yang telah berkuasa dalam 30 tahun terakhir agar mundur. Presiden Saleh, yang dikenal sebagai sekutu Barat, menjadi pemimpin Yaman Utara pada 1978. Ia juga menjadi pemimpin negara ketika Yaman Selatan bergabung dengan Utara pada 1990. Terakhir kali ia terpilih kembali menjadi presiden pada 2006.

Yaman adalah negara yang berada disebelah selatan Kerajaan Arab Saudi ini mempunyai data statistik dari Wikipedia sebagai berikut. Negara yang mempunyai luas total wilayah 527.970 km2, dengan jumlah penduduk sesuai dengan sensus tahun 2007 sebanyak 22.230.531 orang, dengan perkiraan Total PDB tahun 2008 sebesar US $55,433 miliar dan income per kapita sebesar US $2.412, merupakan negara termiskin disemenanjung Arab.

Bagaimanakah akhir dari gelombang reformasi dikawasan timur tengah ini? Marilah kita ikuti bersama, namun yang kita harapkan adalah akan meningkatkan kwalitas hidup rakyat kecil dan berlangsung dengan tanpa anarkisme yang berlebihan, semoga.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: