Oleh: Haris Istanto | 28 November 2010

KESEMPATAN MENENTUKAN ARAH KIBLAT UNTUK WILAYAH TIMUR INDONESIA

Assalaamu a’laikum waroh matulloohi wabarokaatuh.

Akibat peredaran bumi mengelilingi matahari dan perputaran bumi itu sendiri, maka kita yang tinggal didunia ini merasakan seolah-olah matahari mengelilingi bumi. Oleh karena sumbu putaran bumi dalam mengelilingi matahari dan sumbu putaran bumi tidak sejajar, maka kita dibumi merasakan bahwa peredaran matahari dalam mengelilingi bumi ini selalu bergerak mulai dari garis Katulistiwa utara sampai pada posisi 23 ½º garis Lintang Utara (disebut garis balik utara), kemudian kembali kearah selatan melewati garis Katulistiwa sampai pada posisi 23 ½º garis Lintang Selatan (disebut garis balik selatan)kemudian kembali lagi keutara melewati garis Katulistiwa dan seterusnya.
Satu siklus gerakan matahari tersebut ditempuh dalam waktu satu tahun sama seperti waktu yang diperlukan bumi untuk mengelilingi matahari satu putaran.
Akibat sistim rotasi yang demikian itu, maka pada setiap tempat yang berada diantara garis balik utara dan garis balik selatan setiap tahun akan dilewati matahari dua kali, atau lebih konkritnya matahari akan berada persis diatas tempat tersebut dua kali dalam satu tahun.
Untuk Ka’bah dengan koordinat 21º 25’ 21” LU, 39º 49’ 34” BT, maka matahari akan tepat berada diatasnya dua kali dalam setahun yaitu setiap :

• Tanggal 26 Mei sampai 30 Mei, pukul 16:18 WIB (09:18 UT/GMT).
• Tanggal 14 Juli sampai 18 Juli, pukul 16:27 WIB (09:27 UT/GMT).

Pada saat itulah tempat-tempat yang mengalami siang hari bersamaan dengan Makah dimana Ka’bah berada dapat dengan mudah menentukan arah kiblat dengan menggunakan bayangan matahari seperti yang kami bahas pada posting tanggal 26 Mei 2010 dan 13 Juli 2010, tentang cara menentukan arah kiblat berdasarkan posisi matahari ketika tepat berada diatas Ka’bah. Pada tempat-tempat yang siang harinya tidak bersamaan dengan Makah tentu saja tidak bisa dilakukan karena tidak bisa melihat matahari. Karena bentuk bumi yang bundar, maka tempat-tempat yang siang harinya sama dengan Makah adalah yang posisinya disebelah timur dan barat Makah tidak lebih dari 90º.
Di Indonesia, tempat yang masuk pada waktu WIB dan WITA masih bisa menentukan arah kiblat dengan sistim tersebut diatas, namun untuk tempat yang masuk waktu WIT tidak bisa melaksanakan karena pada saat itu matahari sudah terbenam.

Seperti kita ketahui bentuk bumi adalah bulat seperti bola, dengan demikian apabila posisi matahari tepat dibawah Ka’bah maka pada tempat-tempat yang pada saat itu mengalami siang hari dapat menentukan arah kiblat dengan cara sebagai berikut :

o Waktu ketika matahari tepat dibawah ka’bah adalah :

  • Tanggal 28 Nopember pukul 21:09 UT/GMT (29 Nopember pukul 04:09 WIB atau pukul 06:09 WIT).
  • Tanggal 16 Januari pukul 21:29 UT/GMT (17 Januari pukul 04:29 WIB atau pukul 06:29 WIT).

o Arah kiblat adalah arah bayang-bayang matahari apabila kita membelakanginya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat. Billahittaufiq wal hidayah, tsumma ssalaamu a’laikum waroh matulloohi wabarokaatuh.

Referensi : http://muhammadtrimulya.wordpress.com/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: