Oleh: Haris Istanto | 31 Oktober 2010

KUPANG – NUSA TENGGARA TIMUR

Setelah kurang lebih 6 tahun bertugas di Nusa Tenggara Timur yaitu 3 tahun di Atambua dan 3 tahun di Maumere, maka pada tahun 1997 saya dipindah tugaskan  dari Maumere ke Makassar, sehingga sejak saat itu pula saya tidak pernah menginjakkan kaki di Nusa Tenggara Timur. Hari Senin 25 Oktober pukul 13.00 WITA pesawat Sriwijaya Air yang saya tumpangi mendarat di Bandar udara El Tari Kupang – NTT, dan inilah pertama kali saya menginjakkan kaki lagi dibumi NTT setelah sekian lama meninggalkannya.

Sejak pensiun saya sering diminta oleh teman-teman yang masih aktif untuk berbagi pengalaman kepada tenaga-tenaga baru dilingkungan pengembangan air tanah, dan pada tanggal 25 sampai dengan 30 Oktober ini teman teman di Kupang – NTT ini menyelenggarakan Kursus Pemboran Air Tanah dan meminta saya untuk ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut. Dengan senang hati sayapun bersedia, yaah hitung-hitung sambil membuka kembali kenangan lama sewaktu dulu bertugas di Atambua dan Maumere.

Dalam kurun waktu 13 tahun ini Bandar udara El Tari tidak banyak berubah, penumpang yang turun dari pesawat dapat langsung menuju terminal kedatangan yang jaraknya hanya sekitar 200 meter dari tangga pesawat. Berbeda dengan keadaan Bandar udara El Tari, pembangunan sarana jalan di Kupang kelihatannya berkembang dengan pesat sehingga saya jadi bingung dan susah mengenali jaringan jalan yang ada. Dari Bandar udara kita bisa menuju kota tanpa melewati jalan antar kota Kupang – Soe dengan melalui jembatan baru yang bisa langsung tembus didaerah pengembangan baru yang sarana jalannya cukup memadai, yaitu dua jalur dengan jalur hijau ditengahnya. Karena daerah pengembangan baru maka masih banyak tanah kosong dikanan kiri jalan tersebut.

Tanpa terasa lima hari saya bertugas di Kupang telah berlalu. Pagi sampai siang hari melaksanakan kegiatan kursus, sedangkan pada malam hari melihat suasana kota Kupang dan makan malam dengan masakan khas Kupang seperti daging asap se’i dan ikan bakar.
Akhirnya pada hari Jum’at 29 Oktober selesailah tugas kami di Kupang, dan tibalah saatnya kami meninggalkan kembali kota Kupang. Pada hari itu sekitar pukul 13.30 melesatlah pesawat Sriwijaya Air yang kami tumpangi menembus langit cerah kota Kupang meninggakan bumi Nusa Tenggara Timur menuju Surabaya. Selamat tinggal Kupang semoga akan berjumpa lagi dilain kesempatan.


Responses

  1. salam kenal, kunjungan balik ditunggu di sini http://ramlannarie.wordpress.com/ dan http://ramlannarie.blogspot.com/

  2. salah satu bentuk nyata dari mengungkapkan rasa nasionalime kita adalah dengan mencintai dan mengenal lebih jauh potensi yang ada di negeri kita sendiri serta memaksimalkan potensi yang ada…..

    tulisan yang bagus…..
    terus menulis kawan

  3. Salam kenal pak Haris. Dimana saya bisa kursus cuci AC di Kupang mas? mohon bantuan.

    • Waduh kalau di Kupang ya gimana saya bisa tahu, kalau di Surabaya bisa saya carikan informasinya ya itung-itung refresing satu dua bulan di Surabaya gitu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: