Oleh: Haris Istanto | 13 Juli 2010

POSISI MATAHARI KEMBALI DIATAS KA’BAH

Assalaamu a’laikum wr wb.

Akibat “rotasi bumi” yaitu perputaran bumi satu kali dalam satu hari  dan “revolusi bumi” yaitu peredaran bumi mengelilingi matahari satu kali dalam satu tahun,  maka penduduk bumi merasakan bahwa matahari beredar mengelilingi bumi dengan posisi yang bergeser dari “Garis khatulistiwa” kearah utara hingga mencapai “Garis balik utara”, selanjutnya kembali kearah selatan kearah selatan menuju “Garis balik selatan” dan kembali lagi kearah utara untuk mengulangi lagi siklus peredarannya. Selama proses revolosi tersebut, maka posisi matahari terhadap bumi adalah sebagai berikut :

  • Pada tanggal 21 Maret, posisi matahari tepat beredar di khatulistiwa. Matahari terbit/terbenam tepat di  timur/barat.
  • Pada tanggal 21 Juni, posisi mataharitepat berada di Garis balik utara yaitu garis lintang 23.5° LU.
  • Pada tanggal 23 September, posisi matahari tepat beredar di khatulistiwa. Matahari terbit/terbenam tepat di  timur/barat.
  • Pada tanggal 22 Desember, posisi matahari tepat berada diGaris balik selatan yaitu garis lintang 23.5° LS.

(Referensi : http://falak.blogsome.com)

Menurut perhitungan Bapak T. Djamaluddin, Profesor Riset Astronomi-Astrofisika LAPAN, Anggota Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama RI pada posting tanggal 15 April 2010 disitus http://tdjamaluddin.wordpress.com, maka mulai hari Rabu 14 sampai hari Minggu 18 Juli 2010, pukul 16:27 WIB (09:27 UT/GMT) posisi matahari tepat berada diatas Ka’bah, dengan toleransi waktu plus/minus 5 menit. Peristiwa ini memberi kesempatan kepada kita untuk mengetahui arah kibat dimana kita berada dengan ketentuan :

  1. Pengamatan dapat dilakukan dengan hasil optimal apabila cuaca cerah, tidak ada awan/mendung yang menutup sinar matahari. Mudah-mudahan pada tanggal 14 sampai 18 Juli 2010 nanti hal ini bisa terjadi, insya Allah.
  2. Pengamatan bisa dilakukan apabila beda waktu antara Mekah dengan tempat pengamatan maksimum 4 jam, sehingga sinar matahari ditempat pengamatan masih cukup terang.
  3. Sesuai dengan uraian pada butir 2 maka untuk di Indonesia pengamatan kemungkinan hanya bisa dilakukan di Wilayah Indonesia Barat (WIB). Untuk Wilayah Indonesia Tengah (WITA) dan Wilayah Indonesia Timur (WIT) kemungkinan sulit/tidak mungkin dilakukan pengamatan, karena matahari sudah terbenam (sudah masuk waktu Magrib) atau hampir terbenam sehingga intensitas cahayanya sudah lemah.
    Antara tanggal 14 sampai 18 Juli 2010, waktu Magrib untuk Surabaya dan sekitarnya adalah pukul 17.29 WIB, sehingga masih ada peluang untuk melakukan pengamatan.
  4. Ada baiknya melakukan pengamatan sejak 3 jam sebelumnya dengan menandai bayang-bayang benda vertikal pada garis busur/lingkaran dengan titik pusat benda vertikal tersebut untuk mengantisipasi bisa melakukan extrapolasi apabila pengamatan pada saat yang ditentukan tidak dapat dilaksanakan misalnya matahari tertutup awan/mendung atau memang intensitas sinar matahari sudah melemah.

Adapun cara melakukan pengamatan adalah sebagai berikut :

  • Pada waktu yang telah ditentukan tersebut yaitu pukul 16.27 WIB (toleransi plus minus 5 menit), di Mekah posisi matahari adalah tepat dititik kulminasinya dan tepat diatas Ka’bah (masuk waktu solat Dluhur), sedangkan di Indonesia sudah melewati waktu solat  Ashar sehingga posisi matahari telah turun dari titik kulminasinya lebih dari 45º.
    Dengan demikian maka semua bayangan benda vertikal pada bidang horisontal adalah garis yang mengarah ke Ka’bah.
  • Gunakan benda tegak misalnya tiang, kusen pintu/jendela, dinding, tali yang digantungkan dengan diberi pemberat atau tongkat yang ditancapkan ditanah sebagai patokan. Bayang-bayang benda tersebut pada lantai atau tanah adalah garis yang mengarah ke Ka’bah.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, apabila yang kami sampaikan ini benar, maka kebenaran itu datangnya adalah dari Allah, namun apabila terdapat kekeliruan, kekeliruan itu adalah karena kekurangan kami.
Billahittaufiq wal hidayah.
Wassalaamu a’laikum wr. wb.


Responses

  1. Wow thanks for the article it was really informative and exactly what I was searching for. I’m hopeful that you will add similar to this article. It is always great to share the innovative ideas with others on our demand.That is the main way for the people to know about the good types of techniques to equip it.

  2. keren… artikel yang sangat bermanfaat..
    tanda-tanda yang tepat untuk menentukan arah dan kiblat shalat bagi kita…
    salam kenal and sukses selalu…

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

  3. Hello mas Haris –
    nais inpoh neeh..
    semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian…

    http://andrysianipar.com

  4. wah ternyata gak gampang y mas untuk menentukan arah kiblat
    salam kenal

  5. bagaimana cuaca ditempat pak Haris pada periode tersebut dan sempatkah mendapat arah ka’bah ? Saya saat itu berada di Malang, hampir setiap sore hujan/berawan. di Banjarmasin ada teman yang bisa mendapat bayangan yang bagus.
    untuk mas sigit, kebaikan memerlukan usaha lebih2 dalam menuju ridha Allah.

  6. betul mas haris…inpo bagus…tapi jaman sekarang bukankah lebih akurat kalo pake GOOGLE EARTH….langsung tarik garis lurus dari ka’bah ke masjid kita….beda 1 derajat pun udah kelihatan getu….

  7. […] Posisi matahari kembali diatas Kabah. […]

  8. […] Posisi matahari kembali diatas Ka’bah […]

  9. I was curious about your following put up admin truly required this blog super amazing blog site


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: