Oleh: Haris Istanto | 15 Juni 2010

SEKILAS TENTANG KERETA API DI-INDONESIA

Keberadaan kereta api di-Indosesia telah dimulai pada masa penjajahan Belanda. Pada waktu itu jalur kereta api telah ada disepanjang pulau Jawa mulai ujung barat pulau Jawa sampai diujung timur pulau Jawa, bahkan jalur Jakarta – Surabaya mempunyai dua jalur. Jalur utara yang melewati kota-kota Cikampek, Cirebon, Tegal, Semarang dan Cepu, serta jalur selatan yang melewati kota-kota Cikampek, Purwokerto, Yogya, Solo dan Madiun. Selain itu juga ada jalur Jakarta-Bandung-Purwokerto, jalur Jakarta-Banten, Surabaya-Malang-Blitar, Surabaya-Banyuwangi dan jalur-jalur lain seperti jalur pulau Madura, jalur Cepu-Rembang-Juana-Pati-Kudus-Demak-Semarang yang saat ini sudah tidak dioperasikan lagi karena kalah bersaing dengan moda tranportasi lainnya.
Kereta api berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dunia. Pada masa penjajahan sampai dengan kira-kira tahun 1970-an kereta api ditarik oleh lokomotif yang menggunakan mesin uap dan ketel uap sebagai prime mover-nya.

Seiring dengan pekembangan teknologi maka eksistensi lokomotif uap-pun digeser oleh lokomotif yang menggunakan motor disel sebagai prime mover dengan pertimbangan lebih mudah dan praktis dalam pengoperasiannya.
Lokomotif-lokomotif tersebut digunakan untuk menarik kereta penumpang maupun kereta barang dengan jarak tempuh yang jauh, sedangkan untuk jenis komuter dipakai Kereta Rel Listrik (KRL) maupun Kereta Rel Disel (KRD).

Kereta komuter yang dioperasikan diwilayah Jabotabek menggunakan kereta jenis Kereta Rel Listrik (KRL), sedangkan kereta komuter yang dioperasikan diwilayah Surabaya dan sekitarnya serta Yogya-Solo menggunakan jenis Kereta Rel Disel (KRD).

Pada saat ini kereta penumpang  kelas utama seperti Argo Bromo Anggrek yang ditarik oleh Lokomotif disel ini mampu menempuh perjalan Jakarta-Surabaya dengan waktu tempuh antara 9 sampai 10 jam.
Dengan pesatnya kemajuan dalam bidang otomotif, saat ini pula di Eropa, Amerika, Jepang dan yang terakhir di China telah dioperasikan kereta yang ditarik oleh lokomotif yang mampu meluncur dengan kecepatan diatas 300 km/jam, jadi seperti naik mobil balap F1.
Tentunya kita berharap tak lama lagi PT. Kereta Api Indonesia mampu mengoperasikan kereta api jenis ini sehingga perjalanan Jakata-Surabaya akan dapat ditempuh dalam waktu 3 sampai 4 jam saja.


Referensi :
http://www.kereta-api.com
http://id.wikipedia.org


Responses

  1. Artikel yg menarik. Lokomotif yg cepat akan memerlukan jalan baja (rel) yang sophisticated dan gerbong yang mendukung. Tantangan untuk pengembangan moda transportasi ka

  2. semoga bisa dan kita terus berdoa ..Bangsa ini selalu Update yg pertama mengenai teknologi..tinggal bgm cara SDM kita bekerja secara profesional..semua tenaga kerja kita dipakai di seluruh dunia..kenapa kita tidak membangun negeri ini sendiri..??

    Maju Terus Indonesiaku

    salam sahabat,

  3. Asal gag makin banyak yg tabrakan aja….

    HIDUP!!! ^_^

  4. kalau di indonesia ada kereta api cepat, semoga tingkat kecelakaan di lintasan kereta api bisa di atasi..

  5. kayaknya infra struktur kita blm siap utk kereta kecepatan tinggi

  6. Mantab gan…:)

  7. Artikel ini tepat untuk menyongsong acara 11 Juli nanti di Semarang

  8. Sayangnya tempat ku belum ada yg namanya kereta api…

  9. termasuk angkutan yang nyaman, cepat juga murah (tapi kadang2 taripnya mahal melebihi pesawat).
    cuman kadang2 ada yang anjlog, nabrak dan kecelakaan yang lain.
    adanya hanya di jawa saja, sementara sumatra hanya sebagian dan daerah lain belum ada

  10. kereta api emang cukup nyaman dan efisien tapi kadang kenapa tiketnya tak terbatas ya???

  11. karena terlalu padat isinya kereta api Indonesia gak tahan lama,menurutku c….

  12. hai para sarjana teknik dukung pt.kai dlam menyiapkan infrastruktur untuk kereta api berkecepatan power rangers dong.ilmu for diamalkan

  13. mav gan.
    ak gak trlalu tau tntang KA.
    yg ak mau cmn kenymanan d KA.
    trs bwt yg bysany naek2 d atas kreta,,gak usa lagi deh. .
    bwt keselamatan.
    trus tiket KA d batasin dong.
    ak liat klo uda gak cukup slalu d cukup2in.
    jdny kan pada gak nyman (desek2an+pengap)
    ayo pak PT.KAI perbaikilah perkeretaapian di indonesia. . . ^^

  14. Sepertinya masih lama kita bisa menaikkan kecepatan KA menjadi paling tidak 250 km/jam. Untuk meningkatkan salah satu prasarana saja , rel dan pondasinya (ballast ?) dibutuhkan biaya yang bukan main.
    Tapi mudah2an ada usaha serius dari management PT. KA untuk membenahi “kebocoran2” yang bukan main hebatnya untuk mendukung penoingkatan speed KA seperti F1.
    Salam untuk anda sekeluarga pak Hariis, aku ingat criping telo pohung Semarang waktu ke Sby.
    Sekarang saya sudah jadi pengangguran berpenghasilan tetap, jadi iseng bikin blog untuk sharing macem2. Tulung disambangi yo cak, juga tukeran link. http://bekisarnet.blogspot.com/

  15. kemajuan kereta api sekarang maju pesat, ttp tanpa didukung konsep yg bagus niscaya kita tidak akan maju terutama SDM bangsa kita ini.

  16. muanthaaaaaabbbbb bos tolong dibalas yaaaaaa……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: