Oleh: Haris Istanto | 29 Maret 2010

PEMOMPAAN UJI PADA SUMUR BOR DI MAUMERE KABUPATEN SIKKA

Pada tahun 1995 saya bertugas di P2AT Flores (Proyek Pengembangan Air Tanah – Flores) yang berkantor dikota Maumere ibukota Kabupaten Sikka. Ditahun pertama ketika bertugas saya mendapatkan dua informasi dari Pimpro, yang pertama adalah bahwa  Pemerintah Kabupaten Sikka telah membangun sebuah kolam renang dikota Maumere namun belum/tidak dapat dioperasikan karena kesulitan dengan masalah ketersediaan air baku. Yang kedua adalah bahwa desa Nara dibagian selatan kota Maumere merupakan daerah yang padat penduduknya namun kesulitan memperoleh air baku, sehingga Pimpro memerintahkan agar dicarikan solusi untuk mengatasi kedua masalah tersebut.

Kota Maumere termasuk derah dengan potensi air tanah kecil sampai sedang dengan topografi pada bagian utara memanjang dari barat ketimur berupa dataran dimana hamparan dataran pada bagian barat lebih luas dan lebih masuk ketengah pulau, sedangkan dibagian selatan berupa perbukitan. Dengan kondisi seperti itu saya tidak tahu bagaimana pertimbangan Pemerintah Kabupaten Sikka melakukan pembangunan kolam renang tanpa memastikan ketersediaan air baku yang diperlukan untuk operasionalnya nanti.

Posisi kolam renang yang sudah dibangun adalah didesa Wairklau yang terletak dibagian barat utara dari kota Maumere, merupakan dataran dengan hamparan lahan yang luas yang merupakan tanah sawah tadah hujan/tegalan; sedangkan desa Nara dibagian selatan kota Maumere, merupakan daerah pemukiman padat yang dibagian belakangnya berupa tegalan, merupakan daerah ketinggian. Hal ini terasa sekali karena akses jalan dari Maumere menuju desa tersebut langsung menanjak. Berdasarkan kondisi seperti itu maka apabila dilaksanakan pembuatan sumur bor, probalitas keterdapatan air pada sumur bor didesa Nara lebih kecil dibandingkan dengan didesa Wairklau. Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut maka kami merencanakan untuk melaksanakan pemboran dua buah sumur bor didesa Nara dengan kemungkinan satu buah sumur bor tidak mendapatkan air dan  satu buah sumur bor didesa Wairklau dengan harapan berhasil mendapatkan air.

Pemboran pertama didesa Wairklau dilaksanakan terlebih dahulu dan sesuai dengan perhitungan berlangsung dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Setelah tahap pembuatan sumur bor dapat selesai kemudian dilanjutkan dengan tahap pemompaan uji yaitu proses pemompaan air dari dalam sumur bor dengan cara tertentu yang dibarengi dengan pengamatan dan pencatatan kedudukan muka air didalam sumur bor tersebut selama proses pemompaan uji berlangsung dengan tujuan untuk mengetahui kapasitas dari sumur bor tersebut. Proses pemompaan uji ada dua tahap yaitu tahap pemompaan uji bertingkat yang berlangsung selama 9 jam dengan debit pemompaan yang ditingkat setiap 3 jam, dan tahap pemompaan uji menerus yang berlangsung selama 72 jam (tiga hari tiga malam) secara terus menerus tanpa terputus dengan debit pemompaan yang konstan. Untuk lebih mengoptimalkan proses pemompaan uji ini, maka sebelum melaksanakan pemompaan uji, kami melakukan kordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sikka untuk mengalirkan air sumur bor kedalam kolam renang sebagai uji coba terhadap kolam renang tersebut. Proses pemompaan uji dapat berlangsung dengan lancar dan dari pemompaan uji tersebut diketahui bahwa kapasitas sumur cukup besar lebih dari 10 liter/detik (Alhamdulillah) serta sukses melakukan uji coba kolam renang dengan mengisi air, inilah pertama kali kolam renang tersebut dipenuhi air.

Setelah pembuatan sumur bor dan pemompaan uji didesa Wairklau selesai maka pekerjaan dilanjutkan dengan pembuatan sumur bor kedua didesa Nara dengan memilih lokasi sedikit diatas titik awal tanjakan. Pelaksanaan pemboran berlangsung dengan tingkat kesulitan yang tinggi karena menemui formasi batuan yang keras namun akhirnya pembuatan sumur bor kedua inipun dapat diselesaikan. Pada saat proses pemboran berlangsung didapat indikasi bahwa permukaan air didalam sumur bor cukup dalam, diperkirakan akan mencapai kedalaman lebih dari 40 meter sedangkan akifer teratas terdapat pada kedalaman sekitar 46 meter. Dengan kondisi seperti itu dan kondisi potensi air tanah di Maumere yang termasuk pada kategori kecil sampai sedang, maka konstruksi dan kapasitas sumur bor menjadi sangat terbatas dan harus ditentukan dengan teliti. Dengan kendala-kendala seperti itu akhirnya pembuatan sumur bor tersebut dapat diselesaikan dan siap untuk dilaksanakan pemompaan uji. Pada waktu proses pemompaan uji bertingkat dilaksanakan, masyarakat disekitar sumur bor baik laki-laki, perempuan, tua, muda, anak-anak dengan membawa segala macam peralatan penampung air seperti ember, jerigen, timba dan sebagainya pada berdatangan dan berebut  mengambil air yang keluar dari pompa, maklum daerah tersebut adalah daerah sulit air sehingga ketika mereka melihat ada air yang berlimpah pada saat pemompaan uji berlangsung maka kabar itu langsung menyebar dimasyarakat dan mereka bergegas memanfaatkannya. Melihat kejadian seperti itu maka sebelum dilaksanakan pemompaan uji menerus kami mengadakan modifikasi peralatan pemompaan uji, yaitu menyambung outlet dari pompa dengan pipa panjang yang diberi lubang yang banyak sehingga nantinya pada waktu proses pemompaan uji menerus berlangsung, masyarakat bisa mengambil air dari lubang-lubang tersebut tanpa perlu berebut lagi. Alhamdulillah dengan cara seperti itu akhirnya pemompaan uji menerus dapat dilangsungkan dan masyarakat bisa mendapatkan air. Dari proses pemompaan uji tersebut dapat diketahui bahwa kapasitas yang didapat pada sumur tersebut ternyata cukup lumayan yaitu 4 liter/detik.

Selanjutnya dilakukan pembuatan sumur bor ketiga yang berlokasi didesa Nara namun lebih keatas yang berjarak satu kilometer dari lokasi sumur bor kedua, namun dilokasi ini kami tidak mendapatkan air sehingga tidak dilakukan proses pemompaan uji.

Itulah pengalaman kami melaksanakan pembuatan sumur bor dan pemompaan uji dikota Maumere – Kabupaten Sikka.


Responses

  1. Alhamdulillah tempat tinggal saya airnya berlimpah sehingga tdk perlu bersusah payah mencari air bersih

    • Itulah salah satu hikmah dari berbagi pengalaman, yaitu kita makin mensyukuri nikmak Allah yang selama ini tidak/belum kita sadari karena tenyata tidak semua tempat seperti yang kita tempati ini. Dan juga hendaknya meningkatkan empati kita terhadap kesulitan saudara-saudara kita yang tinggal ditempat yang sulit air.

  2. Pembuatan sumur bor adalah sesuatu yg sangat positif di Maumere.Hanya saja ini harus efektif/berhasil-guna.Menurut saya jauh lebih penting proyek sumur bor diperuntukkan bagi pengairan pertanian alih2 untuk kolam renang yg tidak terlalu menyentuh kepentingan umum masyarakat sbg hal yg penting&urgen.paling utama adalah untuk melayani kebutuhan air minum & irigasi.Ini bisa mengatasi masalah gizi buruk serta meningkatkan perekonomian masyarakat,ketimbang hanya sekedar rekreasi hedonis segelintir org.Bermanfaatlah bagi banyak org maka Anda akan mendapat pahala/berkat yg besar pula !

    • Saya dapat informasi dari teman-teman yang masih di Maumere saat ini sumur bor di Wairklau tersebut tersebut dikelola oleh PDAM. Jadi memang benar rangking pertama pemanfaatan air, khususnya air tanah memang untuk memenuhi hajat hidup manusia. Terima kasih komentar Anda silahkan berkunjung kembali keblog kami dilain waktu kalau ada posting baru.

  3. alhamdulilah tempat saya air cukup lumayam banyaknya..sampai terlebih….kadang-kadang banjir..

  4. Saya punya sebuah usul:Di Maumere banyak terdapat kali mati (kering)yg pd musim hujan bisa meluapkan air hujan.Alangkah baiknya di sepanjang bantaran kali mati dibuat SUMUR RESAPAN sehingga air hujan yg jatuh tidak mengalir begitu saja ke laut,akan tetapi bisa menambah debit air tanah.Dengan itu permukaan tanah tetap stabil/tidak mengalami penurunan sekalipun dibuat banyak pemboran air.Terima kasih&salut kpd org pemerintah dlm hal ini pak Haris dkk…

  5. ditempatku juga lagi dibuat sumur bor besar utk satu kampung hehehhe

  6. Terima kasih telah berkomentar di Dream Indonesia. Maka dengan ini Blog anda yang menarik ini telah tertaut pada http://www.dreamindonesia.wordpress.com/
    Maju terus blogger Indonesia.

    • Nanti kalau ada posting baru mohon berkenan untuk berkunjung kembali. Salam kompak.

  7. kritik dan saran dari saya: sebaiknya tulisannya di beri beberapa foto tambahan dan di buat lay out yang lebih bagus (seperti koran) agar tidak terlalu monoton. Tulisan panjang dan terdiri dari beberapa paragraf klo tidak di tambahan foto akan membosankan untuk dibaca. Terlebih seperti saya yang sudah tua begini

  8. syukur kalo pengadaan air dari sumur ini ada yg mengelola berarti pasca proyek ada kelanjutannya, memang itu yg diharapkan. semoga betul2 berlanjut dan bermanfaat

    • Baju kami ini sebenarnya adalah Ditjen Sumber Daya Air (dulu Pengairan), sehingga mestinya tujuan utama kami adalah menyediakan air untuk pengairan. Akan tetapi mengingat kondisi di NTT ini jangankan kok untuk pengairan, sedangkan untuk kebutuhan manusianya saja masih banyak yang belum terpenuhi, sehingga akhirnya kami harus luwes, bagaimanapun juga yang paling butuh adalah manusianya, artinya manusianya dicukupi dulu kebutuhan airnya, baru kalau lebih bisa digunakan untuk yang lainnya misalnya mengairi sawah. Oke terimakasih komennya.

  9. Terimaksih komentarnya, pada posting berikutnya akan saya mencoba untuk meningkatkan kwalitasnya tulisan saya. Mudah-mudahan masih mau mengunjungi blog saya lagi, dan sampai jumpa dipostinng berikutnya.

  10. blog yang bagus, terus semangat pak, semoga sukses

  11. wah,,subhanalloh bisa mengunjungi kota-kota di INdonesia,,pekerjaan yang sungguh menantang😀

  12. klu bs proyek trsbt kedepannya di adakan di daerah2 terpencil atau daerah pedesaan bukan cm di MAUMERE az
    sehingga dpt membantu masyarakat miskin dan masyarakat umunnya untuk dapat menikmati air bersih
    Dan pelaksanaan proyek trsb dpt mengurangi tingkat kemiskinan di negara Indonesia
    MAKASIH

  13. gambarnya mana pak, biar kita bisa tau bentuk teknis konkretnya kondisi di lapangan🙂

  14. Terima Kasih telah berkunjung ke Kampus Maya.
    Salam Kenal Seluruh Blogger Indonesia
    http://kampusmayaku.wordpress.com

  15. Kalau Bisa Pake Pompa Tenaga Surya Agar Bisa Irit Biaya Listrik.. Investasi buat Rakyat..

    • Apabila memungkinkan memang bisa dipakai pompa yang digerakkan dengan tenaga surya, dibeberapa tempat memang demikian.

  16. wah . . .ternyata air disana susah ya
    bersyukur banget disini nggak sulit
    teruskan perjuangan pak

  17. Daerah saya daerah kering dan tandus.
    Setau saya di sekitar saya belum pernah ada pengeboran air tanah yang berhasil.
    Beberapa kali saya saksikan upaya pengeboran, tapi belum sukses.
    Entah secara geologis, namun setau saya memang tidak ada air tanah di daerah saya.
    Tapi sebenarnya daerah kami sangat kaya air, sungai bawah tanah dan juga telaga2 bawah yang tidak tersentuh sangat banyak.
    Baru2 ini dari UGM berhasil ujicoba mengangkat air dari sungai/telaga bawah dengan tenaga matahari.
    Lumayan mencukupi 1 dusun / sekitar 200 kk.
    Di kecamatan lain sedang diupayakan pengangkatan air bawah tanah goa Bribin dengan debit yang katanya cukup bahkan memenuhi masyarakat Jogja. Tapi saya tidak tau perkembangannya.

    Yang jelas, saya sebagai rakyat kecil yang bermasyarakat di wilayah yang tandus, gersang, dengan lahan kritis dimana-mana. Sangat merasakan sekali manfaat pengeboran seperti di Sikka Maumere.
    Saya bisa bayangkan betapa senangnya memperoleh air berlimpah.

    Jaya Indonesia. Selalu membangun untuk kesejahteraan rakyatnya.

    Sebagai orang yang merasakan tinggal di daerah kering dan tandus, saya ikut mengucapkan terima kasih untuk prestasi pembangunan di Sikka Maumere.
    Saya tinggal di pegunungan karst bukit2 kapur yang sulit air.

    Salam kenal.. Sejahtera selalu..

    • Terima kasih atas masukannya, kami tahu bahwa daerah Gunung Kidul termasuk daerah sulit air. Sudah sejak tahun 70-an pemerintah melalui Proyek Pengembangan Air Tanah Gunung Kidul berusaha untuk mengatasi hal tersebut. Alhamdulillah kalau saat ini telah diketemukan adanya sungai dan telaga bawah tanah yang bisa menjadi solusi dar problem tersebut.

  18. Air tanah didaerah NTT memang amat membantu bagi peningkatan kesejahteraan rakyat terutama untuk pemenuhan air minum pedesaan. Coba bayangkan rakyat harus berjalan sampai 5 km hanya untuk mendapatkan seember air yang dipikul/disunggi diatas kepala dan sember air air lagi dijinjing di tangan kanan sedang tangan kirinya memegangi kain sarung yang takut mlorot ! Tentunya kondisi ini tak terbayangkan oleh para wakil rakyat di Senayan serta para pencoleng pajak ! Namun sayang fihak -pihak yang terkait untuk pengembangan air tanah saat ini kurang memberikan perhatiannya. Yo wislah memang generasi telah berganti namun memang kondisi so beda. Semoga masih ada yang perduli dengan upaya pemanfaatan air tanah untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. MERDEKA !! (terutama merdeka dari para tikus pajak dan para Markus). Salam rekan seprofesi.

  19. Wah, bicara soal air, saya jadi tertarik tuh. Pasalnya saya sedang merencanakan proyek kecil-kecilan yang berhubungan dengan pemanfaatan air di sekolah tempat saya mengajar. Dalam hal ini adalah air hujan. saya sedang merancang sebuah proses pembelajaran di sekolah yang ramah lingkungan dan mampu memanfaatkan kondisi alam sebagai sumber belajar. Sekarang lagi tahap analisis lingkungan dan kebutuhan sekolah.
    kapan2 boleh kan saya nanya2 soal pemanfaatan air kepada Mas Haris?
    Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.

  20. semoga pengeboran air tanah di sikka,maumere betul-betul bermanfaat bagi masyarakat,dan dpt di nikmati oleh smua masyarakat bukan hanya untuk kepentingan segelintir orang aja.kasian kan masih ada orang yang masak pake air pisang.he..he…

  21. Assalamualaikum Wr Wb pa Haris Istanto,

    Saya baca mengenai 2 sumur sumber air pertama di Pulau Pantar, dan artikel bapak, memberikan gambaran ttg bagaimana kondisi kehidupan masyarakat di sana pada tahun 1995.
    Pak, bagaimana sumber energi penggerak pompa air dari ke 2 sumur di pulau Pantar tsb saat ini. Apakah sudah ada listrik dr PLN atau pakai diesel.

    Apakah saat sekarang 2013 di NTT khususnya pulau Alor dan pulau Pantar masih juga mengalami kesulitan air bersih.

    Kalau berkenan berbagi pengalaman dan info tentang kebutuhan air bersih utk masyarakat di pulau Alor dan Pantar. Nanti saya ceritakan lebih lanjut.

    Terima kasih sebelumny, utk waktu luang membaca tanggapan salam kenal dr saya.

    Wassalam,

    ibu Tika


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: