Oleh: Haris Istanto | 13 Maret 2010

SUMUR BOR PERTAMA DI PULAU PANTAR, KABUPATEN ALOR, PROP. NUSATENGGARA TIMUR.

Pada tahun 1995 saya bertugas di P2AT Flores (Proyek Pengembangan Air Tanah – Flores) yang berkantor dikota Maumere, wilayah kerja proyek meliputi seluruh Kabupaten yang berada dipulau Flores ditambah Kabupaten Alor yang berada disebelah timur pulau Flores.

Pada waktu itu P2AT Flores mempunyai program pembuatan sumur bor dipulau Pantar yang masuk wilayah Kabupaten Alor dengan ibukota Kabupaten kota Kalabahi.

Perjalanan menuju lokasi ditempuh dengan cara naik kapal Pelni Kelimutu dari Maumere menuju Kalabahi lewat Dilli (dulu masih wilayah NKRI Propinsi Timor Timur) yang ditempuh dalam waktu 30 jam, kemudian dilanjutkan naik feri dari Kalabahi menuju pulau Pantar yang ditempuh dalam waktu 6 jam.

Program pembuatan sumur bor yang dilaksanakan oleh P2AT Flores ini adalah yang pertama kali untuk pulau Pantar dimana direncanakan akan dibuat 2 buah sumur bor.

Sumur bor pertama direncanakan didaerah pesisir kurang lebih 5 km dari pelabuhan dan 1 km dari garis pantai, sedangkan sumur bor kedua naik ketengah pulau kurang lebih 3 km.

Propinsi Nusatenggara Timur dikenal sebagai daerah yang sulit air, begitu pulalah keadaan dipulau Pantar ini, sehingga disini lebih mudah mencari “moke” (sejenis minuman tuak) dari pada mencari air.

Setelah kedalam pemboran yang direncanakan tercapai + 100 meter, maka sesuai dengan prosedur pemboran, untuk mengetahui ada tidaknya air pada sumur bor tersebut harus dilakukan proses Well development. Proses ini dilakukan dengan memasang pipa sampai mendekati kedalaman sumur bor dan pada ujung pipa tersebut dipasang alat yang disebut jetting tool, selanjutnya pipa tersebut dihubungkan dengan Air compressor. Dengan demikian apabila air compressor dioperasikan, maka udara yang keluar dari jetting tool didalam sumur bor akan mendorong air menyembur keatas keluar dari sumur bor. Apabila sumur bor tersebut mempunyai potensi air tanah yang besar, maka semburan air pada proses well development tersebut dapat berlangsung secara terus menerus, dan makin besar potensi air pada sumur bor tersebut maka semburan juga makin kuat. (lihat gambar, namun mohon maaf ini bukan foto dipulau Pantar)

Meningat ini adalah sumur bor pertama, maka kami menantikan proses well development ini dengan harap-harap cemas, dapat air nggak yaaa….?

Persiapan yang dilakukan menguras waktu seharian penuh sehingga proses well development baru dapat dilangsungkan pada waktu senja hari. Masyarakat setempat, aparat desa dan para tokoh masyarakat banyak yang menyaksikan proses kerja ini, maklum mereka semua juga mengharapkan akan mendapatkan sumber air bagi mereka. Aduuuh tambah beban mental niiih!

Akhirnya persiapan selesai dan proses well development dapat dimulai, compressor dihidupkan dan valve dibuka, dan ……….. beberapa saat kemudian air menyembur keatas dari dalam sumur bor. Alhamdulillah rupanya nikmat Allah berkenan tercurahkan kepada masyarakat disini.

Semua masyarakat yang ada disitu terkesima menyaksikan fenomena adanya air yang memancar dari dalam tanah tumpah darah mereka pulau Pantar, yang selama ini belum pernah terbayangkan seumur-umur mereka, dan ……… tiba-tiba dikeremangan sinar lembayung senja itu terdengar suara tifa yang dipukul dengan ritmenya yang khas : dung dung dung …………..

Dan beberapa saat kemudian semua warga laki-laki, perempuan, tua, muda, anak-anak dengan memakai pakaian adat dan yang laki-laki membawa parang, mereka semua menari mengelilingi sumur bor dengan mengayun-ayunkan parangnya diatas kepala mereka sambil berteriak teriak bersama-sama dengan kompak huu, huu ……….. huu, dan ketika dewi malam mulai menjelang api unggunpun dibuat sehingga makin menambah suasana mistis dimalam itu.

Sekarang ganti kami yang terkesima dengan adanya kejadian-kejadian itu.

Selanjutnya oleh para tokoh masyarakat pulau Pantar yang ada disitu dijelaskan bahwa ritual semacam ini dilakukan hanya apabila ada suatu kejadian luar biasa yang membawa berkah bagi masyarakat disitu.

Air adalah barang yang langka yang telah lama menjadi dambaan mereka semua selama ini secara turun temurun, sehingga dengan berhasilnya pembuatan sumur bor dipulau Pantar ini mereka menganggap sebagai anugerah Tuhan untuk mereka semua. Kami termenung mendengar penjelasan dari para tokoh masyarakat itu dan tanpa terasa air mata meleleh, air mata haru, bahagia dan bangga karena ternyata sekecil apapun peran kita kalau kita laksanakan dengan sungguh-sungguh akan membawa manfaat bagi lingkungan kita.

Sesudah pekerjaan pembuatan sumur bor selesai, agar air yang ada didalam sumur bor tersebut dapat dimanfaatkan untuk masyarakat, masih perlu dibangun beberapa fasilitas lagi seperti pemasanga pompa, pembuatan rumah pompa, pembuatan jaringan irigasi maupun jaringan air baku pedesaan. Namun saya tidak mengetahui kelanjutannya karena kebetulan sesudah selesai pekerjaan pulau Pantar, Kabupaten Alor itu kami pulang ke Maumere, Flores dan pindah tugas ke P2AT Sulawesi Selatan.

Melalui forum ini barangkali dari para netter ada yang mengetahui perkembangan pemanfaatan sumur bor dipulau Pantar, Kabupaten Alor, Propinsi Nusatenggara Timur itu tolong berbagi informasi dengan kami. Terima kasih.-


Responses

  1. kalo diajak lihat proses pengeboran mau loh….

  2. Memang sejak berdirinya Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT) pada Tahun 1970an sangatlah besar manfaatnya bagi para petani dan masyarakat yang yang membutuhkan air tanah utk kebutuhan air baku dan irigasi pertanian mereka.
    Namun fenomena itu lambat laun berangsur menghilang tatkala mereka dihadapkan pada masalah biaya “O&P” yang sebelumnya mereka tidak pikirkan dan bayangkan, kita tidak bisa tutupi bahwa lebih banyak sumur-2 PAT yang tidak berfungsi hanya karena masalah O&P yang tdk ditangani secara berkala karena memang sangat dilematis.
    Disisi pihak kita menuntut tanggung jawab petani dan masyarakat pemakai air tanah utk giat secara rutin meng-O&P sarana sumur pompa namun dipihak lain pengoperasian dan perawatan sarana dimaksud yang tdk mudah ditangani oleh mereka apabila mendapatkan kendala yang terjadi pada Pompa dan Mesin Penggerak terlebih lagi apabila kendala terjadi pada sumur pompa itu sendiri.
    Dilingkungan Dit. Jen. Sumber Daya Air sendiri kelihatannya akhir-2 ini keberadaan PAT itu tidak begitu menarik karena mereka beranggapan bahwa PENGEMBANGAN AIR TANAH adalah barang “mahal” yang sulit dikembangkan di Indonesia apalagi kegiatan itu kita alokasikan di-daerah2 yang sulit mendapatkan air permukaan dan daerah miskin, apalagi sekarang ditingkat pusat sendiri Sub. Direktorat yang menangani sudah MEN-CIUT” bergabung dengan air baku, mungkin tidak berapa lagi setelah para pendiri dan pendukung PENGEMBANGAN AIR TANAH meninggalkan tugasnya alias pensiun maka perlahan tapi pasti PAT akan sirna ditelah masa…………..
    Semoga hal ini tidak akan terjadi, namun siapa yang akan bisa mempertahankan PAT ini ke depan ???? mari kita bersama-sama turut berpartisipasi bagaimana dapat mempertahankan hal itu dengan cara dan keahlian kita masing-2……. semoga

  3. namanya juga proyek, sering kita bisa menciptakan sesuatu tapi kelanjutannya itu lho yang kadang tidak bisa berlanjut, lha ini repotnya. padahal orang sudah seneng2 sementara yang menangani awal ya kecewa (amal jariahnya habis ?)

  4. mas kalau boleh saran,postinganya kalau bisa di potong seperti tempat saya …

  5. Numpang tanya pd bapak2 yg mengerti. Biasanya di NTT bagaimana penentuan titik bor, supaya peluang dapat air maksimal ? Maaf saya orang awam. Tks.

    • Bapak bisa berhubugan dengan Dinas ESDM (Enersi dan Sumber Daya Mineral) atau Dinas PU SDA (Sumber Daya Air) dulu Pengairan baik ditingkat Propinsi maupun Kabupaten. Pada Dinas PU SDA Propinsi NTT bagian yang langsung menangani masalah air tanah adalah PPK PAT (Pengelolaan Air Tanah) yang terdapat di Kupang dan Maumere-Flores. Demikian informasi yang dapat kami berikan, mudah-mudahan bermanfaat.

    • untuk P. Irwan…..
      penentuan titik bor, biasanya dilakukan terlebih dahulu Geolistrik….geolistrik disini berfungsi utk melihat akuifer/saluran air bawah tanah yg tdk bisa kita lihat secara langsung dg mata, karena hasil geolistrik disini untuk mengetahui kandungan air dan berapa dalam sumur yang akan kita kerjakan, setelah hasil geolistrik dilaksanakan, baru penentuan titik sumur bor.
      kalau utk daerah flores khususnya maumere cenderung utk sumur bor lebih cocok dengan kualitas serta kuantitasnya cukup menjanjikan, karena saya thn 2000 pernah membuat sumur bor (P2AT) didaerah kloanglagot 2 sumur, wairi’i 1 sumur, magepanda 1 sumur kedlmn 75 mtr, dgn konstruksi sumur 6″ dan rata-2 air yang didapat antara 7,5 – 10 ltr/detik, walaupun formasi batuan yg keras tp alhamdulillah pekerjaan selesai tepat waktu. demikian info yg bisa saya berikan utk daerah maumere/flores

  6. wacHH.. baguss.. bnaget… web km,,…..
    aku juga pengen isa bikin kayak km brow..
    semangat……..

  7. di tempatku di Cianjur Selatan susah air juga pada musim kemarau, sempat pingin sumur bor tapi apa bisa soalnya tinggal di lereng. mudah mudahan bisa ya!! silahkan kunjungi http://www.boedyvans.wordpress.com , posting baru “kartun Benny& Mice” Dijamin ngakak!!! terima kasih

  8. its very good job…

  9. mas, di pulau ini masih bisakah diadakan untuk kkn?
    saya tertarik dengan pulaun indonesia timur, tapi masih sangat minim pengalaman, terima kasih

    • Sangat bisa, aparat desa pemerintah daerah setempat sangat well come terhadap para tamu yang datang untuk kepentingan daerahnya. Saya dengan tim pernah melaksanakan survai selama beberapa hari didataran Lantoka derah Alor Timur, selama itu kami tinggal dirumah aparat desa setempat dengan menyerahkan perbekalan sembako, selanjutnya keluarga bapak aparat desa tersebut mengatur keperluan makan kami sehari-hari.

  10. setahu saya untuk mengetahui ada tidaknya airtanah pada suatu daerah tergantung kepada kondisi hidrogeologi setempat. Jadi langkah pertama yang perlu dilakukan sebelum melakukan pengeboran ialah mengkaji konsisi hidrogeologi setempat. Studi hidrogeologi akan memberi gambaran batuan apa saja yang terdapat di bawah permukaan. Setiap jenis batuan akan menggambarkan sikap batuan tsb terhadap air. Ada jenis batuan yang disebur sebagai akifer (aquifer) dan batuan kedap air. Akifer adalah batuan yang berpori, atau rekah-rekah. Lapisan batuan akifer yang bertindak sebagai lapisan batuan pembawa air. Sebaliknya lapisan batuan yang kedap terhadap air akan bertindak sebagai penahan air. Jika suatu lapisan akifer yang diapit oleh batuan kedap-air maka ketika ditembus pengeboran, maka kandungan air dalam akifer disebut Airtanah Tertekan, atau lazim juga disebut Airtanag Artesis. Jika airnah dalam sumur bor keluar kepermukaan tanah/ memancar maka disebut Airtanah Tertekan Positif. Jika muka air tanah berada dibawah permukaan tanah disebut sebagai airtanah Tertekan Negatif. Namun kedua kondisi tersebut di kenal sebagai airtanah Artesis ( artoa, Perancis).
    Jika akfer/ lapisan pembawa air yaiitu batuan yang bertindak memngandung, mengantarkan air, mengalirkan airtannah tidak di ditutupi oleh lapisan kedap air maka disebut sebagai airtanah bebas, atau airtanah dangkal ( kadang-kadang orang awam menyebutnya airtanah permukaan, yang hakikatnya keliru dalam penamaannya)
    Nah setelah secara hidrogeologi telah diketahui aalanya lapisan batuan yang bersifat mengantarkan,, meneruskan, dan mengandung airtanah, maka secara specifik pada suatu tempat dapat pula dilakukan pendugaan sifet daya hatar listik batuan, yaitu dengan Metoda Geolositrik. Secara garis besar kegiatan Metoda Geolistrik dilakukan setelah setelah kondisi Hidrogeologi sudah diperoleh.
    Jika hasil pendugaan geolistirik menunjukan adanya lapisan akifer pada beberapa mkedalaman tertentu, serta informasi lapisan batuan yang bersifat kedap air, maka kegiatan pengeboran ( biasa juga masih bersifat eksploarasi pada daerah data hidrogeologi belum lengkap),
    Pengeboran untuk Sumurbor Produksi memang memerlukan suatu studi bertahap yaitu di muali dari Studi Hidrogeologi yaitu menghimpun Kondisi Airtanah berdasarkan Kondisi Geologi, Studi ini meliputi Pemetaan Hidrogeologi yang memetakan kenampakan dan penyebaran mataaiar, sebaran sumurbor jika ada, penyebaran dan kondisi sumurgali ( airtanah bebas/ dfangkal). Kegiatan Studi Hidrogeologi termasuk Pemetaan Hidrogeologi,, Pengamatan Mataair, Daerah Imbuh/ Peresapan air hujan,, serta perhitungan Keseimbangan air masuk dari curahan hujan, serta air yang Keluar baik alami maupun arteficial, selama ini dilakukan oleh Pusat SumberDaya Airtanah dan Lingkungan Geplogi dahulu ( sd 1986-an dikenbal sebagai Direktorat Geologi Tata Lingkungan) Kementerian ESDM
    Banyak PETA HIDROGEOLOGI yang telah diterbitkan Instansi ini, sejak di sebut sebagai DIREKTORAT GEOLOGI. Semua institusi ini beralamat yang sama sejak bernaung di bawah Departeman Pertambangan, yaitu di JALAN DIPONEGORO No. 57 BANDUNG. Lebih populer lagi bila Anda Tahu adanya MUSIUM GEOLOGI sejak th 1929, bertetangga dengan GEDUNG SATE Bandung..

    Semoga informasi ini bermafaat bagui kita semu

  11. saya putra pantar tetapi sdh terlalu lama tinggal di bandung….kalau boleh tahu, titik sumur bor yg dibuat di pulau pantar itu, tepatnya di desa/kampung mana (nama kampung/suku)….saya tertarik tuk mengoptimalkannya jika diperlukan….karena hampir bisa dipastikan, sumur tsb tdk beroperasi dengan baik karena ketiadaan sumber listrik sebagai energi penggerak mesin pompa tsb….saya mempunyai teknologi pembangkit listrik tanpa menggunakan energi (bahan bakar)…teknologi ini (bukan solar sel) sangat bisa dimanfaatkan di daerah pedalaman yg tdk terjangkau listrik…makasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: